Waze Integrasi Gemini AI Tambah Fitur Navigasi
Waze, aplikasi navigasi milik Google, kini mendapat suntikan kecerdasan buatan melalui integrasi Gemini AI yang membawa sejumlah fitur baru untuk mempermudah pengalaman berkendara. Lewat pembaruan ini, pengguna tidak hanya bisa mencari destinasi dengan cara berbicara secara natural, tetapi juga melaporkan kondisi jalan hingga mendapatkan rekomendasi rute yang lebih personal berdasarkan kebiasaan berkendara mereka.
Langkah Google mengintegrasikan Gemini ke Waze ini mencerminkan strategi perusahaan untuk memperluas kehadiran asisten AI-nya di berbagai produk, sekaligus mempertajam daya saing Waze melawan layanan rival seperti Apple Maps. Menariknya, Google tampaknya masih berhati-hati dengan tidak melakukan perombakan AI secara menyeluruh pada Waze, berbeda dengan pendekatan yang diterapkan pada Google Maps yang belakangan terus dijejali berbagai kapabilitas AI baru.
Cari Destinasi dan Laporkan Masalah Cukup dengan Ngobrol
Salah satu fitur paling menonjol dari pembaruan ini adalah kemampuan pencarian berbasis percakapan yang ditenagai Gemini AI. Pengguna kini cukup mengetuk ikon pencarian suara dan mengajukan pertanyaan spesifik seperti “Carikan kedai kopi yang masih buka sekarang” atau “Cari pom bensin terdekat yang harganya paling murah,” dan Waze akan merespons dengan daftar opsi lokasi yang relevan. Fitur ini mulai digulirkan kepada komunitas beta Waze secara global, baik di Android maupun iOS.
Tak hanya itu, Waze juga memperluas fitur Conversational Reporting yang sebelumnya sudah diperkenalkan pada Oktober 2024 untuk melaporkan insiden lalu lintas. Kini, pengguna bisa mengusulkan pembaruan peta menggunakan suara natural, misalnya dengan mengatakan “Jalan di sini ditutup” atau melaporkan alamat yang sudah tidak akurat. Laporan tersebut kemudian akan dikirim ke editor peta lokal untuk diverifikasi sebelum dipublikasikan, memastikan akurasi informasi yang diterima pengguna lain.
Navigasi Personal yang Belajar dari Kebiasaan Pengemudi
Waze kini menghadirkan sistem navigasi yang lebih cerdas dengan menganalisis riwayat perjalanan pengguna dan pola lalu lintas kota untuk menentukan rute yang paling sesuai. Jika seseorang lebih sering memilih jalan tol daripada jalan arteri, misalnya, aplikasi akan memprioritaskan opsi tersebut saat memberikan rekomendasi rute. Bagi pengguna yang merasa tidak nyaman dengan rekomendasi berbasis AI ini, mereka tetap bisa memilih rute alternatif atau sepenuhnya menonaktifkan fitur personalisasi melalui menu pengaturan.
Fitur navigasi personal ini sudah tersedia secara global untuk pengguna Android dan iOS, menandai komitmen Waze untuk memberikan pengalaman berkendara yang tidak hanya efisien dari sisi waktu tempuh, tetapi juga sesuai dengan preferensi individual setiap pengemudi.
Mode Sepeda Motor dan Pengurangan Gangguan Suara
Menjawab kebutuhan pengendara roda dua, Waze memperkenalkan Motorcycle Mode yang memanfaatkan AI untuk mencari jalan pintas khusus sepeda motor dan memberikan estimasi waktu tiba yang lebih akurat. Yang lebih penting, mode ini juga mendeteksi berbagai bahaya yang bisa menyulitkan pengendara motor, seperti jalan berlubang, polisi tidur, elevated crosswalk, bahu jalan yang berakhir, dan jembatan sempit. Meski didukung AI, data bahaya ini tetap diperbarui oleh editor manusia yang fokus pada pengendara motor untuk menjaga akurasi informasinya. Untuk saat ini, Motorcycle Mode tersedia di Argentina, Brasil, Kolombia, Malaysia, Meksiko, Peru, dan Filipina, dengan rencana perluasan ke negara-negara lain.
Sementara itu, bagi pengguna yang ingin berkendara sambil menikmati musik atau podcast tanpa gangguan, Waze menghadirkan mode Less Chatty. Fitur ini meminimalkan frekuensi panduan suara dan membuat instruksi lebih ringkas, meski peringatan tentang bahaya di jalan dan petunjuk belok tetap disampaikan—hanya dengan frekuensi yang lebih jarang. Mode ini sudah tersedia secara global di Android dan iOS.
Dengan serangkaian pembaruan ini, Waze menunjukkan bahwa integrasi AI tidak melulu soal menambah fitur canggih, tetapi juga tentang membuat pengalaman berkendara lebih intuitif dan sesuai dengan konteks penggunaan masing-masing pengguna. Strategi Google yang lebih terukur dalam mengadopsi AI di Waze—berbeda dengan Google Maps yang lebih agresif—menunjukkan bahwa perusahaan memahami karakteristik unik basis pengguna kedua aplikasi navigasinya, sambil tetap menjaga Waze kompetitif di tengah persaingan dengan layanan seperti Apple Maps.
Sumber
- Waze adds new AI-powered features and customization updates – TechCrunch
- Waze rolls out new AI features including Motorcycle and ‘Less Chatty’ modes – Engadget
- Waze Kini Terintegrasi dengan Gemini: Hadirkan Mode Khusus Motor – Detik
- Waze Kini Ditenagai Gemini AI, Cari Tujuan hingga Lapor Jalan Tinggal Ngobrol – Kompas Tekno
