Roblox Hadapi Teguran eSafety Australia Terkait Keamanan Anak
Platform game online populer Roblox kembali tersandung masalah keamanan anak setelah regulator keselamatan digital Australia, eSafety, menemukan bahwa sistem perlindungan yang telah diterapkan perusahaan ternyata masih gagal mencegah kontak antara pengguna dewasa dan anak-anak. Temuan ini muncul meskipun Roblox telah meluncurkan sejumlah fitur keamanan baru dalam beberapa bulan terakhir dan telah terlibat dalam dialog intensif dengan eSafety selama dua tahun terakhir.
Pengujian eSafety Ungkap Celah Keamanan Serius
Berdasarkan pengujian yang dilakukan eSafety pada awal 2026, ditemukan bahwa orang dewasa masih dapat mengirimkan permintaan koneksi kepada anak-anak Australia tanpa persetujuan orang tua. Tak hanya itu, anak-anak dan orang dewasa juga masih bisa saling melihat dan merespons postingan satu sama lain di forum komunitas di luar lingkungan permainan. Yang lebih mengkhawatirkan, profil anak-anak—termasuk nama akun, daftar koneksi, gambar avatar, dan informasi biografis seperti minat mereka—terekspos secara publik kepada siapa saja di platform tanpa adanya opsi untuk membatasi visibilitas informasi tersebut.
Temuan ini menjadi bukti bahwa upaya Roblox dalam melindungi pengguna anak belum memadai, meskipun perusahaan mengklaim telah memenuhi kewajibannya berdasarkan Online Safety Act Australia. Menanggapi hasil audit ini, Roblox akhirnya sepakat untuk menandatangani “court-enforceable undertaking” atau komitmen yang dapat ditegakkan secara hukum dengan eSafety, yang mewajibkan perusahaan mengimplementasikan sejumlah perubahan mendasar dalam waktu tiga bulan ke depan.
Komitmen Hukum dan Audit Independen
Dalam komitmen hukum yang mengikat tersebut, Roblox berjanji akan mencegah orang dewasa yang tidak dikenal menghubungi anak-anak tanpa izin orang tua, serta menjadikan akun anak-anak bersifat privat secara default. Perusahaan juga diwajibkan menyediakan mekanisme pelaporan yang mudah diakses dan memberi tahu pengguna tentang hasil pengaduan mereka. Menariknya, Roblox menjadi platform pertama yang harus menjalani audit independen oleh pihak ketiga untuk menilai efektivitas langkah-langkah keamanannya, termasuk sistem estimasi usia yang mereka gunakan.
Jika Roblox gagal memenuhi komitmen ini dalam tenggat waktu yang ditetapkan, eSafety berhak meminta pengadilan memaksa perusahaan untuk mematuhinya. “Kesepakatan ini mencerminkan komitmen kami untuk bekerja sama dengan regulator dan pembuat kebijakan di seluruh dunia guna menjaga keamanan anak-anak secara online,” ungkap Nicky Jackson Colaço, kepala kebijakan publik global Roblox, dalam pernyataannya.
Upaya Sebelumnya dan Masalah yang Terus Berlanjut
Sebenarnya, Roblox telah meluncurkan verifikasi usia wajib pada akhir 2025, dimulai dari Australia—kemungkinan besar sebagai respons terhadap tekanan eSafety. Namun, peluncuran tersebut tidak berjalan mulus karena anak-anak berhasil mengelabui sistem pemeriksaan usia, meskipun Roblox tetap yakin teknologi mereka efektif. Pada pertengahan 2026, perusahaan memperkenalkan sistem tiga tingkat usia: Kids, Select, dan Roblox reguler. Akun Kids dirancang khusus untuk membatasi akses ke game dengan rating konten Minimal atau Mild, dengan fitur obrolan dimatikan secara default dan kontrol orang tua yang lengkap. Sistem tingkat usia ini kemudian diterapkan secara global pada Juni 2026.
Di Amerika Serikat, Roblox juga menghadapi tekanan serupa. Platform ini tengah diselidiki oleh subkomite Senat AS dan telah digugat oleh beberapa negara bagian terkait masalah keamanan anak. Pada Mei 2026, Roblox setuju membayar denda sebesar 12 juta dolar AS kepada Nevada dan berkomitmen memperkenalkan sistem verifikasi yang mengharuskan pengguna mengirimkan ID yang dikeluarkan pemerintah atau menjalani estimasi usia wajah. Kesepakatan itu juga mewajibkan perusahaan mencegah pengguna di bawah 16 tahun mengirim pesan kepada orang dewasa, kecuali mereka telah ditunjuk sebagai “teman tepercaya” melalui kode QR.
Tantangan Keamanan yang Belum Usai
Kasus Roblox di Australia menunjukkan bahwa upaya perlindungan anak di platform digital masih jauh dari sempurna, bahkan setelah berbagai fitur keamanan diterapkan. Sementara perusahaan terus menyatakan komitmennya terhadap keselamatan pengguna anak, temuan eSafety membuktikan bahwa implementasi di lapangan masih menyisakan celah berbahaya. Ke depan, audit independen yang akan dilakukan terhadap Roblox akan menjadi ujian penting—tidak hanya bagi perusahaan ini, tetapi juga bagi industri platform game dan media sosial secara keseluruhan dalam memastikan ruang digital yang aman bagi anak-anak.
