Archer Aviation Akuisisi Wisk Aero dan Dua Anak Perusahaan Boeing

Archer Aviation Akuisisi Wisk Aero dan Dua Anak Perusahaan Boeing

Industri taksi udara listrik mencatat pergerakan besar setelah Archer Aviation mengakuisisi tiga anak perusahaan Boeing, termasuk mantan rivalnya, Wisk Aero. Kesepakatan ini tidak hanya mengakhiri perseteruan hukum yang berlangsung sejak 2021, tetapi juga menandai pergeseran strategi Boeing yang kini memilih untuk memfokuskan diri pada bisnis inti pesawat komersialnya sambil tetap mempertahankan akses ke teknologi penerbangan otonom yang dikembangkan Wisk.

Dari Gugatan Hingga Akuisisi: Kisah Rekonsiliasi Archer dan Wisk

Hubungan Archer dan Wisk tak selalu mulus. Pada April 2021, Wisk menggugat Archer dengan tuduhan pencurian rahasia dagang dan kekayaan intelektual, yang oleh Wisk disebut sebagai “pencurian terang-terangan”. Archer membalas dengan gugatan balik senilai 1 miliar dolar AS. Namun, alih-alih berlarut-larut dalam persidangan, kedua perusahaan mencapai kesepakatan damai pada 2023 yang justru membuka babak baru kolaborasi. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Archer setuju menjadikan Wisk sebagai penyedia eksklusif teknologi otonom untuk pesawat electric vertical takeoff and landing (eVTOL) miliknya.

Kini, tiga tahun setelah gugatan pertama dilayangkan, Archer resmi mengakuisisi Wisk Aero beserta dua anak perusahaan Boeing lainnya: SkyGrid, yang mengembangkan sistem manajemen lalu lintas udara digital, dan Insitu, produsen drone untuk keperluan militer AS. Sebagai kompensasi, Boeing menerima saham baru Archer senilai 19,75 persen dari total saham sebelum penutupan transaksi, yang akan menyusut menjadi sekitar 16,5 persen kepemilikan setelah transaksi rampung.

Strategi Boeing: Fokus pada Pesawat Komersial, Pertahankan Akses Teknologi

Keputusan Boeing untuk melepas ketiga anak perusahaannya ini tampaknya didorong oleh kebutuhan untuk memusatkan perhatian pada tumpukan pesanan yang mencapai 6.200 pesawat komersial senilai 715 miliar dolar AS. Raksasa dirgantara asal Amerika Serikat itu juga tengah menghadapi pengawasan regulasi ketat menyusul sejumlah insiden keselamatan, termasuk pesawat Boeing 737 Max yang kehilangan sebagian badan pesawat saat terbang pada 2024. Meski demikian, Boeing tidak sepenuhnya melepas kepentingan di teknologi eVTOL — perusahaan ini tetap mempertahankan hak akses ke sistem penerbangan otonom Wisk untuk proyek komersial dan pertahanan di masa depan.

“Transaksi ini merupakan win-win bagi Boeing dan Archer,” ujar Brian Yutko, Wakil Presiden Boeing untuk Pengembangan Produk Pesawat Komersial. Menurutnya, kesepakatan ini memungkinkan Wisk, SkyGrid, dan Insitu mempercepat pengembangan kapabilitas dan waktu ke pasar, sembari memastikan Boeing tetap meraup keuntungan dari investasi teknologi yang telah digelontorkan selama dua dekade terakhir.

Wisk Aero: Dari Proyek Google hingga Milik Boeing

Wisk Aero sendiri merupakan kelanjutan dari program Cora milik Kittyhawk, sebuah startup penerbangan listrik yang didanai oleh Larry Page, salah satu pendiri Google. Kittyhawk, yang dipimpin oleh Sebastian Thrun—salah satu pendiri moonshot factory Alphabet, X—mengembangkan beberapa program pesawat listrik, termasuk Flyer, kendaraan VTOL listrik satu penumpang, dan Heaviside, pesawat listrik otonom yang lebih senyap dan mampu mendarat di mana saja. Namun, hanya Cora—taksi terbang otonom dua penumpang—yang bertahan setelah Kittyhawk gulung tikar pada September 2022.

Cora kemudian dipisahkan menjadi perusahaan patungan dengan Boeing pada akhir 2019, yang kemudian berganti nama menjadi Wisk. Boeing terus menuangkan dana besar ke perusahaan ini, termasuk investasi 450 juta dolar AS pada awal 2022. Pada 2023, Wisk sudah menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Boeing. Selama perjalanannya, Wisk berhasil membangun enam generasi prototipe eVTOL dan menjalankan lebih dari 1.700 uji terbang, menjadikannya salah satu pemain paling berpengalaman di industri ini.

Archer Perluas Sayap ke Sektor Pertahanan dan Layanan Komersial

Sementara itu, Archer Aviation—yang didirikan di California pada 2018—tidak hanya berfokus pada jaringan taksi udara sipil, tetapi juga mulai merambah sektor pertahanan. Pada Desember 2024, perusahaan ini meraih pendanaan 430 juta dolar AS untuk mendanai program Archer Defense, diikuti dengan putaran pendanaan tambahan sebesar 300 juta dolar AS pada 2025 dari investor institusional seperti BlackRock dan Wellington. Archer juga menjalin kerja sama eksklusif dengan produsen senjata Anduril, yang dipimpin oleh Palmer Luckey, untuk mengembangkan pesawat VTOL hibrida berbahan bakar gas-listrik bagi keperluan militer kritis.

Di sisi komersial, Archer bersiap meluncurkan layanan taksi udara pilot di beberapa kota besar AS, termasuk New York, Texas, dan Florida, menjelang akhir tahun ini. Pesawat andalannya, Midnight, telah menyelesaikan serangkaian uji terbang berawak dan menjadi bagian dari White House eVTOL Integration Pilot Program, sebuah inisiatif pemerintah untuk mengintegrasikan taksi udara listrik ke dalam sistem transportasi nasional.

Momen Penting dalam Konsolidasi Industri eVTOL

CEO Archer, Adam Goldstein, menyebut akuisisi ini sebagai “momen penting” yang menandai langkah besar bagi Archer untuk menjadi platform terdiversifikasi dengan basis pendapatan yang terus tumbuh. Dengan menggabungkan keahlian teknologi otonom Wisk, kapabilitas manajemen lalu lintas udara SkyGrid, dan pengalaman Insitu di bidang drone militer, Archer kini memiliki fondasi yang lebih kokoh untuk bersaing di pasar taksi udara global yang diprediksi akan bernilai miliaran dolar dalam dekade mendatang.

Akuisisi ini juga mencerminkan tren konsolidasi di industri eVTOL, di mana perusahaan-perusahaan berupaya menggabungkan teknologi, talenta, dan modal untuk mempercepat komersialisasi. Bagi Boeing, langkah ini memungkinkan mereka untuk tetap terlibat dalam inovasi penerbangan masa depan tanpa harus mengalihkan fokus dari tantangan mendesak di lini pesawat komersial. Sementara bagi Archer, ini adalah peluang untuk mempercepat jalur menuju profitabilitas dan memperkuat posisinya sebagai pemimpin di era baru mobilitas udara perkotaan.

Sumber

Similar Posts