James Dacombe Capai Valuasi Rp 60 Triliun Lewat Startup Chip AI Olix
Seorang pemuda asal Inggris yang memutuskan keluar dari kampus hanya dua hari setelah kuliah kini mencatatkan namanya sebagai miliarder baru di industri kecerdasan buatan. James Dacombe, pendiri startup chip AI Olix, berhasil membawa perusahaannya mencapai valuasi fantastis sebesar 2,5 miliar pound sterling atau setara Rp 60 triliun setelah meraup pendanaan 232 juta pound sterling yang dipimpin oleh investor asal New York, Fundomo. Pencapaian ini sekaligus melipatgandakan nilai perusahaan hingga tiga kali lipat hanya dalam kurun waktu enam bulan, menjadikan Dacombe sebagai salah satu pendiri startup paling menonjol di generasinya.
Perjalanan dari Harrogate hingga Jadi Miliarder AI
Dacombe tumbuh di Harrogate, Inggris utara, dan mulai belajar pemrograman komputer secara otodidak pada usia 13 tahun dengan membuat website dan aplikasi. Setelah keluar dari Ashville College, ia melanjutkan pendidikan ke kampus St Aidan’s and St John Fisher pada 2017, namun hanya bertahan dua hari sebelum memutuskan berhenti. Keputusan berani ini ternyata membawanya pada jalur kewirausahaan teknologi — pada 2018, ia mendirikan CoMind, perusahaan teknologi medis yang mengembangkan perangkat pemantau otak non-invasif untuk membantu dokter memantau aktivitas otak tanpa perlu operasi.
Langkah karier Dacombe semakin kokoh ketika ia bergabung dengan Thiel Fellowship pada 2022, program bergengsi yang didirikan oleh salah satu pendiri PayPal, Peter Thiel. Program ini memberikan pendanaan USD 100.000 yang kemudian dinaikkan menjadi USD 250.000 untuk peserta baru, serta bimbingan bagi pengusaha muda yang memilih merintis bisnis alih-alih melanjutkan pendidikan tinggi. Dua tahun kemudian, Dacombe mendirikan Olix — yang awalnya bernama Flux — melalui perusahaan induknya Bletchley Industries, yang juga menaungi CoMind.
Kepemilikan Saham Bernilai Miliaran Dolar
Sebelum putaran pendanaan terbaru, Dacombe memiliki 38,6 persen saham di Olix melalui Bletchley Industries. Berdasarkan valuasi terbaru perusahaan, nilai kepemilikan saham tersebut diperkirakan mencapai sekitar 946 juta pound sterling atau setara USD 1,27 miliar. Meski demikian, persentase pasti kepemilikannya setelah putaran pendanaan ini belum diungkap ke publik. Putaran pendanaan yang dipimpin Fundomo ini juga mendapat dukungan dari deretan investor ternama seperti Arm — perancang chip asal Inggris, Reed Hastings pendiri Netflix, serta Sovereign AI yang merupakan sarana investasi kecerdasan buatan milik pemerintah Inggris.
Tantang Dominasi Nvidia dengan Chip Inferensi AI
Didirikan pada 2024, Olix fokus mengembangkan chip inferensi AI, yakni semikonduktor khusus yang dirancang untuk menjalankan model kecerdasan buatan terlatih dengan lebih efisien dibanding chip konvensional. Perusahaan ini termasuk dalam gelombang startup semikonduktor yang berani menantang dominasi Nvidia, yang selama ini mendominasi pasar pelatihan dan pengoperasian model AI tingkat lanjut dengan produk GPU-nya. Olix berencana merampungkan desain chip perdananya, DX-1, pada tahun ini sebelum meningkatkan produksi massal pada akhir 2027.
Keunggulan yang ditawarkan Olix terletak pada desain chip yang tidak bergantung pada sejumlah komponen memori yang saat ini ketersediaannya terbatas di pasar. Pendekatan ini memungkinkan sistem AI beroperasi dengan biaya lebih rendah sekaligus meningkatkan kinerja secara signifikan. Josephine Kant, Kepala Divisi Ventura di Sovereign AI, bahkan mendeskripsikan Dacombe sebagai salah satu pendiri terpenting di generasinya, mencerminkan kepercayaan besar yang diberikan oleh para investor terhadap visi dan kemampuan teknis pemuda asal Harrogate ini.
Kisah Dacombe menjadi bukti nyata bahwa jalur pendidikan formal bukanlah satu-satunya jalan menuju kesuksesan di industri teknologi. Dengan kombinasi pembelajaran otodidak, keberanian mengambil risiko, serta dukungan dari program mentoring seperti Thiel Fellowship, ia berhasil membangun perusahaan yang tidak hanya bernilai miliaran dolar, tetapi juga berpotensi mengubah lanskap industri chip AI global. Keberhasilan Olix dalam meraup pendanaan besar dan mencapai valuasi tinggi dalam waktu singkat menunjukkan bahwa pasar sangat menaruh harapan pada inovasi yang dibawa oleh startup ini di tengah persaingan ketat dengan raksasa seperti Nvidia.
