X Money Rilis di AS
Platform media sosial X resmi meluncurkan layanan keuangan digital X Money di Amerika Serikat pada 27 Juli 2026, menandai babak baru ambisi Elon Musk mengubah X menjadi “everything app” atau aplikasi serba ada. Layanan yang sebelumnya hanya tersedia melalui program beta berbasis undangan ini kini terbuka bagi pelanggan X Premium dan Premium+ berusia di atas 18 tahun, menghadirkan ekosistem finansial lengkap mulai dari dompet digital hingga kartu debit fisik berbahan logam.
Fitur Lengkap dari Dompet Digital hingga Kartu Debit Logam
X Money menawarkan rangkaian layanan yang cukup komprehensif untuk platform media sosial. Pengguna dapat menyimpan dana dalam akun deposit, melakukan transfer peer-to-peer tanpa biaya atau batasan langsung di aplikasi X, serta mengelola berbagai aktivitas keuangan tanpa perlu beralih ke aplikasi lain. Menariknya, setiap pengguna secara otomatis menerima kartu debit virtual bernama X Card yang terintegrasi dengan Visa, dan kartu ini dapat langsung ditambahkan ke Apple Wallet untuk mendukung transaksi melalui Apple Pay.
Tak hanya versi virtual, X juga menyediakan kartu debit fisik berbahan logam yang dapat dipesan dengan personalisasi unik — pengguna bisa memilih untuk mengukir username akun X mereka pada kartu tersebut. Kartu fisik ini dilengkapi keunggulan praktis seperti penarikan tunai gratis di ATM seluruh dunia dan tanpa biaya transaksi luar negeri, menjadikannya pilihan menarik bagi pengguna yang sering bepergian internasional.
Bunga Deposito hingga 6% dan Cashback untuk Pelanggan Premium
Salah satu daya tarik utama X Money adalah tingkat bunga simpanan yang kompetitif. Pelanggan Premium+ yang membayar $40 per bulan atau $395 per tahun otomatis memperoleh bunga deposito hingga 6% APY (Annual Percentage Yield). Sementara itu, pelanggan Premium dengan biaya langganan $8 per bulan atau $84 per tahun juga berkesempatan mendapatkan tingkat bunga yang sama, dengan syarat mereka menautkan setoran langsung (direct deposit) ke akun X Money mereka.
Selain bunga deposito, X Money turut memberikan cashback sebesar 3% untuk transaksi tertentu menggunakan X Card, meskipun terdapat daftar layanan yang dikecualikan dari program cashback ini. Pengguna yang menautkan direct deposit juga dapat mengakses dana mereka beberapa hari lebih awal, serta menerima bonus welcome deposit senilai $15 saat pertama kali mendaftar — sebuah insentif tambahan untuk menarik pengguna baru mencoba layanan ini.
Jaminan Keamanan Dana dan Kritik dari Senator AS
Meski X Payments LLC yang mengelola X Money bukanlah bank yang diasuransikan FDIC secara langsung, dana pengguna disimpan di Cross River Bank yang merupakan anggota resmi Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC). Dengan demikian, saldo pengguna tetap terlindungi oleh jaminan asuransi FDIC, memberikan lapisan keamanan tambahan bagi nasabah yang menitipkan uang mereka di platform ini.
Namun, peluncuran X Money tidak lepas dari sorotan kritis. Senator Elizabeth Warren sebelumnya pada awal tahun ini telah menyuarakan kekhawatiran serius terkait risiko keamanan yang ditimbulkan layanan ini, menyebutnya sebagai ancaman potensial terhadap konsumen, keamanan nasional, dan stabilitas sistem keuangan. Kritik Warren mencerminkan keraguan sebagian pihak tentang kepercayaan publik terhadap platform yang dikelola Musk, terutama mengingat kontroversi yang kerap menyelimuti kepemimpinannya di X.
Mewujudkan Visi Lama Elon Musk
Peluncuran X Money sesungguhnya merupakan realisasi visi lama Elon Musk yang telah ia genggam sejak 1999, ketika ia mendirikan X.com sebagai startup layanan keuangan yang kemudian merger menjadi PayPal. Setelah mengakuisisi Twitter pada 2022 dan mengubah namanya menjadi X, Musk berulang kali menegaskan ambisinya mengubah platform tersebut menjadi “everything app” — sebuah ekosistem digital menyeluruh yang mengintegrasikan media sosial, komunikasi, dan layanan keuangan dalam satu aplikasi. Dalam pertemuan staf X pada 2023, Musk bahkan menyatakan dengan tegas: “Jika itu melibatkan uang, itu akan ada di platform kami.”
Meski baru meluncur di Amerika Serikat, belum ada informasi resmi apakah X Money akan diperluas ke pasar global, termasuk Indonesia. Keberhasilan layanan ini di AS akan menjadi indikator penting bagi rencana ekspansi Musk selanjutnya, sekaligus menjadi ujian apakah konsep “everything app” yang selama ini ia perjuangkan dapat benar-benar diterima pengguna dalam kehidupan sehari-hari mereka.
