Midjourney Akuisisi Aplikasi Astrologi Co-Star
Midjourney, perusahaan kecerdasan buatan yang selama ini dikenal luas lewat layanan pembuat gambar berbasis AI, kini merambah wilayah yang tak terduga: astrologi. Pada Kamis lalu, startup AI ini mengumumkan akuisisi Co-Star, aplikasi horoskop personal yang populer di kalangan anak muda Amerika Serikat. Kesepakatan yang dilaporkan rampung pada musim semi ini membawa Co-Star di bawah payung Midjourney, meski nilai transaksinya tidak diungkapkan ke publik.
Langkah ini menandai ekspansi agresif Midjourney ke luar bisnis inti mereka. Sebelumnya, pada Juni lalu, perusahaan yang dipimpin David Holz ini telah meluncurkan divisi Midjourney Health untuk mengembangkan pemindai ultrasonik seluruh tubuh. Kini, dengan membawa pulang Co-Star beserta 24 karyawannya, Midjourney semakin menegaskan ambisinya membangun ekosistem produk yang jauh lebih luas dari sekadar generator gambar AI.
Banu Guler Perkuat Posisi Strategis Midjourney
Salah satu aspek paling menarik dari akuisisi ini adalah peran baru Banu Guler, pendiri dan CEO Co-Star. Guler tidak hanya tetap memegang kendali penuh atas aplikasi astrologi yang dibangunnya, tetapi juga bergabung dengan Midjourney sebagai Chief Design Officer. Menurut Holz, kehadiran Guler dan timnya menjadi kunci untuk mempercepat pengembangan aplikasi mandiri pertama Midjourney—sebuah langkah krusial mengingat selama ini layanan mereka hanya bisa diakses melalui web dan Discord.
Dalam sebuah unggahan di platform X, Guler menjelaskan bahwa akuisisi ini merupakan perluasan alami dari persahabatannya dengan Holz, yang didasari keyakinan bersama bahwa “komputer bisa menjadi alat yang mengungkapkan kemanusiaan kita pada diri sendiri.” Pengalaman tim Co-Star dalam membangun aplikasi konsumen yang sukses diharapkan dapat mempercepat peluncuran aplikasi pembuat gambar AI yang selama ini ditunggu-tunggu pengguna Midjourney.
Co-Star: Aplikasi Astrologi dengan Jangkauan Luas
Co-Star sendiri bukan sembarang aplikasi horoskop. Dengan menggabungkan wawasan manusia, data dari NASA, dan teknologi AI, aplikasi gratis ini menyajikan horoskop harian yang dipersonalisasi serta fitur pengecekan kompatibilitas dengan teman. Menurut data yang dikutip, Co-Star telah mencapai 4,3 juta pengguna aktif bulanan dan berhasil menjangkau 35 persen anak muda di Amerika Serikat melalui puluhan juta unduhan. Basis pengguna yang solid ini tentu menjadi aset berharga bagi Midjourney yang tengah berupaya memperluas jangkauan produknya.
Meski begitu, integrasi AI ke dalam Co-Star mungkin tidak akan disambut dengan tangan terbuka oleh semua pengguna. Survei Gallup yang dirilis pada April 2026 mengungkapkan tren menarik: antusiasme Generasi Z terhadap AI justru terus menurun. Persentase Gen Z yang merasa bersemangat tentang AI anjlok 14 poin menjadi hanya 22 persen, sementara rasa marah mereka terhadap teknologi ini meningkat sembilan poin menjadi 31 persen. Kondisi ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi Midjourney dalam mempertahankan loyalitas pengguna muda Co-Star.
Strategi Diversifikasi yang Berani
Akuisisi Co-Star memperkuat narasi bahwa Midjourney tidak ingin hanya dikenal sebagai pembuat gambar AI semata. Dari pemindai kesehatan hingga aplikasi astrologi, perusahaan ini tampak melempar jaring seluas mungkin untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan penerapan teknologi mereka. Sementara langkah ini terlihat ambisius—bahkan agak tidak lazim—kombinasi sumber daya Midjourney dengan pengalaman tim Co-Star dalam membangun produk konsumen yang engaging bisa jadi formula yang tepat untuk mewujudkan visi mereka.
Ke depan, akan menarik untuk melihat bagaimana Midjourney menyeimbangkan portofolio produknya yang kini semakin beragam, sekaligus menjawab keraguan pengguna muda yang semakin skeptis terhadap teknologi AI. Dengan Co-Star kini di bawah kendalinya, Midjourney tidak hanya mendapatkan aplikasi astrologi populer, tetapi juga tim berpengalaman yang bisa membantunya akhirnya meluncurkan aplikasi mandiri yang selama ini dinanti.
