Twitch Gunakan Konten Kreator Latih AI Amazon Secara Default
Platform streaming Twitch milik Amazon kini menghadapi gelombang protes keras dari komunitasnya setelah mengaktifkan fitur kontroversial: penggunaan konten kreator untuk melatih model AI generatif secara otomatis. Yang membuat situasi ini semakin memanas, sistem ini diaktifkan secara default tanpa meminta persetujuan eksplisit dari para streamer terlebih dahulu — artinya ribuan jam rekaman video, audio, dan percakapan para kreator sudah berpotensi diakses Amazon untuk keperluan pelatihan AI mereka.
Komunitas Twitch Tolak Keras Kebijakan Opt-Out
Reaksi komunitas Twitch datang dengan cepat dan tegas. Dalam hitungan jam setelah pengumuman, hampir 14.000 pengguna memberikan dukungan pada sebuah petisi di forum dukungan Twitch yang menuntut agar sistem ini diubah menjadi opt-in — di mana kreator harus secara aktif menyetujui penggunaan konten mereka, bukan sebaliknya. “Kami sebagai kreator seharusnya punya pilihan apakah akan menggunakan AI atau tidak di kanal kami,” tulis petisi tersebut, yang kemudian dibanjiri ribuan komentar serupa dalam nada yang jauh lebih keras.
Kekhawatiran utama para kreator bukanlah tanpa dasar: mereka khawatir karya mereka — yang sering kali berisi rekaman wajah, suara, dan ribuan jam konten personal — dieksploitasi tanpa izin yang benar-benar sadar. Bagi Amazon, data streaming ini sangat berharga sebagai bahan mentah untuk melatih model AI generatif mereka, namun bagi kreator, ini terasa seperti pengambilan hak cipta secara sepihak.
Eksekutif Twitch Akui Alasan di Balik Keputusan Kontroversial
Menghadapi tekanan publik yang meningkat, dua eksekutif Twitch — Chief Product Officer Mike Minton dan Head of Community Mary Kish — turun langsung dalam siaran langsung yang disaksikan hampir 3.000 penonton untuk memberikan klarifikasi. Namun, jawaban Minton justru semakin memicu kontroversi. Ketika ditanya mengapa sistem ini tidak dibuat opt-in, Minton memberikan jawaban yang jujur namun mengejutkan: “Ada jawaban yang jujur… Jika ini dibuat opt-in, tidak ada yang akan opt in. Itu sebenarnya jawabannya.”
Pernyataan ini secara tidak langsung mengonfirmasi bahwa Twitch menyadari mayoritas komunitas mereka menolak penggunaan AI generatif, namun tetap memilih untuk melanjutkan kebijakan tersebut dengan pendekatan opt-out. Menariknya, ketika seorang pengguna bertanya apakah konten lama mereka sudah digunakan untuk pelatihan AI, Minton mengaku tidak tahu jawabannya karena tidak memiliki informasi detail tentang apa yang sudah dilakukan Amazon dalam hal pelatihan model dan data apa saja yang sudah digunakan.
Cara Menonaktifkan Fitur dan Batasan yang Perlu Dipahami
Bagi kreator yang ingin keluar dari sistem ini, caranya relatif sederhana. Pengguna dapat menonaktifkan fitur “Training for Generative AI” melalui menu Keamanan dan Privasi pada halaman Pengaturan akun Twitch mereka, baik lewat web maupun aplikasi mobile. Setelah dinonaktifkan, konten seperti siaran langsung, rekaman video-on-demand (VOD), klip, percakapan dalam stream, serta gambar dan teks di kanal tidak akan digunakan untuk pelatihan AI generatif Amazon di masa mendatang.
Namun perlu dicatat, penonaktifan ini hanya berlaku untuk pelatihan AI generatif. Twitch tetap akan menggunakan data pengguna untuk fitur operasional lain yang mengandalkan AI atau machine learning, seperti AutoMod untuk moderasi konten, transkripsi audio otomatis, dan fitur teks otomatis. Menurut Minton, sistem-sistem ini esensial untuk fungsi dasar platform dan tidak bisa dinonaktifkan secara individual karena akan melemahkan keamanan dan keselamatan bagi seluruh komunitas.
Satu hal penting lainnya: jika seorang kreator berpartisipasi dalam percakapan di kanal streamer lain, maka pengaturan privasi pemilik kanal tersebutlah yang menentukan apakah percakapan tersebut akan digunakan untuk pelatihan AI. Twitch juga menegaskan bahwa menonaktifkan fitur ini tidak akan berdampak pada visibilitas atau kemampuan kanal untuk ditemukan oleh penonton baru.
Praktik Serupa di Platform Teknologi Lain
Dalam upaya memberikan konteks, Kish menunjukkan bahwa Twitch bukanlah satu-satunya platform yang mengambil langkah serupa. Meta, misalnya, menggunakan konten publik dari Facebook dan Instagram untuk melatih model AI mereka — yang berarti jika akun Anda bersifat publik, data Anda kemungkinan besar sudah digunakan untuk pelatihan AI Meta. Sementara itu, Google juga melatih model AI mereka seperti Gemini dan Veo 3 menggunakan konten dari YouTube.
Namun, pembelaan ini justru memperkuat argumen para kritikus: bahwa industri teknologi besar semakin agresif dalam mengekstraksi data pengguna untuk keperluan AI tanpa memberikan kompensasi atau transparansi yang memadai. Kish mencoba memutar narasi dengan mengatakan bahwa keberadaan opsi opt-out itu sendiri adalah “refleksi dari respons kami terhadap suara komunitas ini yang tidak menginginkan pelatihan model AI generatif, dan kami ingin memberikan opsi tersebut kepada kalian.”
Namun bagi banyak kreator, opsi opt-out yang hadir setelah sistem diaktifkan secara default bukanlah solusi yang memuaskan — ini hanya cara perusahaan mengamankan data sebanyak mungkin sebelum pengguna menyadari apa yang terjadi. Pertanyaan besarnya kini adalah: berapa banyak kreator yang akan mengetahui keberadaan pengaturan ini, dan berapa banyak konten yang sudah terlanjur digunakan untuk melatih AI Amazon sebelum mereka sempat menonaktifkannya?
Sumber
- Twitch streamers can now opt out from training Amazon’s AI – The Verge
- Twitch streamers can now refuse to let Amazon train its genAI models on their content – Engadget
- Twitch content has trained Amazon AI for years, but users can opt out now – Ars Technica
- Amazon will train on Twitch streamers’ content by default, unless they opt out – TechCrunch
- How to stop Twitch from training AI on your streams – Engadget
