WhatsApp Alami Kesalahan Blokir Akun dan Gagalkan Phishing NSO Group
Pengguna WhatsApp di berbagai negara, termasuk Indonesia dan India, mengalami pemblokiran akun secara mendadak pada Minggu hingga Senin (3-4 Agustus 2026). Ketika mencoba mengakses aplikasi, mereka mendapati layar pemberitahuan yang menyatakan bahwa aktivitas akun dan informasi perangkat sedang ditinjau untuk memastikan kepatuhan terhadap Ketentuan Layanan, dengan proses yang diklaim membutuhkan waktu hingga 24 jam. Gangguan ini tidak hanya menimpa akun pribadi, tetapi juga akun bisnis yang banyak digunakan untuk komunikasi pelanggan dan operasional usaha sehari-hari.
Meta, sebagai perusahaan induk WhatsApp, akhirnya mengakui bahwa pemblokiran massal tersebut merupakan kesalahan sistem otomatis mereka. “Kami selalu berusaha untuk berada di depan pihak-pihak yang mencoba menyalahgunakan layanan kami, dan kami menindak akun-akun tersebut demi menjaga keamanan pengguna lain,” kata juru bicara Meta kepada TechCrunch. “Terkadang kami melakukan kekeliruan, dan jika itu terjadi, kami berusaha memperbaikinya secepat mungkin agar pengguna dapat kembali berkomunikasi. Kami telah mengambil langkah-langkah untuk memulihkan akun-akun yang terdampak,” lanjut perusahaan. Meta tidak memberikan rincian soal penyebab teknis yang membuat sistem mereka salah menandai sejumlah akun, maupun jumlah pengguna atau wilayah yang paling banyak mengalami gangguan ini.
Dampak Gangguan pada Pengguna Indonesia
Bagi pengguna di Indonesia, pemblokiran akun WhatsApp membawa dampak yang cukup serius mengingat aplikasi ini telah menjadi tulang punggung komunikasi sehari-hari. Tidak hanya untuk percakapan pribadi, WhatsApp juga digunakan secara luas untuk koordinasi kerja, kegiatan sekolah, layanan pelanggan, hingga menjalankan usaha kecil dan menengah. Salah satu pengguna di Threads mengeluhkan bahwa akun WhatsApp pribadi dan bisnis miliknya terblokir tanpa penjelasan, sementara ia masih harus melayani pasien-pasien yang menghubungi melalui nomor tersebut. “Hari ini WhatsApp pribadi gue tiba-tiba keblokir disuruh ask for review. Naturally, gue buka WA Business yang adalah nomor untuk pasien-pasien, ke-block juga,” keluh pengguna tersebut.
WhatsApp, yang memiliki lebih dari 3 miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia, bahkan gangguan yang secara proporsional kecil dapat berdampak pada ribuan hingga jutaan orang. Masalah ini berbeda dengan gangguan pengiriman media yang terjadi sebelumnya, di mana pengguna gagal mengirim foto, video, stiker, dan status. Belum ada bukti bahwa gangguan pengiriman media dan kesalahan pemblokiran akun berasal dari penyebab yang sama.
Langkah yang Harus Diambil Pengguna
Meta menyarankan pengguna yang terdampak untuk mengikuti proses peninjauan di dalam aplikasi dan menunggu hasilnya dalam waktu 24 jam. Jika tersedia, pengguna dapat memilih opsi untuk meminta peninjauan dan memberikan keterangan bahwa akun tidak melakukan pelanggaran. Perusahaan juga mengingatkan pengguna agar waspada terhadap penipuan jasa pemulihan akun berbayar dan hanya menggunakan aplikasi WhatsApp resmi yang diunduh dari toko aplikasi terpercaya seperti Google Play Store atau Apple App Store.
Meta Tuduh NSO Group Lakukan Serangan Phishing Baru
Dalam perkembangan terpisah, Meta kembali mengeluarkan tuduhan serius terhadap NSO Group, perusahaan perangkat mata-mata asal Israel. Menurut Meta, NSO Group kembali mencoba membobol pengguna WhatsApp melalui serangan spear-phishing yang menyerupai kampanye “satu klik” yang pernah dilakukan sebelumnya. Dalam serangan tersebut, pengguna diarahkan untuk mengeklik tautan berbahaya yang membawa mereka ke situs eksternal, di mana perangkat atau akun korban dapat disusupi tanpa perlu memasukkan kata sandi atau informasi akun.
Meta menyatakan bahwa WhatsApp berhasil menggagalkan upaya serangan tersebut dan telah menghapus akun pengujian serta grup yang dibuat oleh NSO di platformnya. Pada bulan Juni, perusahaan bahkan mengajukan permohokan kepada pengadilan federal agar NSO dinyatakan menghina pengadilan karena diduga melanggar perintah permanen yang melarang perusahaan tersebut menargetkan WhatsApp dan penggunanya. Perintah tersebut dikeluarkan setelah pengadilan AS pada tahun lalu memerintahkan NSO untuk berhenti menargetkan WhatsApp, sekaligus menetapkan ganti rugi sebesar 4 juta dolar AS yang harus dibayarkan kepada Meta—pengurangan drastis dari tuntutan awal sebesar 167 juta dolar AS.
Dukungan Internasional Melawan Aktivitas NSO Group
NSO Group, yang telah dimasukkan ke dalam daftar hitam pemerintah Amerika Serikat karena melakukan kegiatan yang bertentangan dengan kepentingan keamanan nasional atau kebijakan luar negeri AS, kini menghadapi tekanan dari berbagai pihak. Pada bulan Mei, dua belas organisasi hak sipil, koalisi peneliti keamanan, pegiat privasi, dan pakar hak digital menyerahkan pendapat hukum sebagai pihak sahabat pengadilan untuk mendukung upaya mempertahankan perintah permanen tersebut dari banding yang diajukan NSO. Kelompok tersebut turut menolak banding NSO terkait aktivitas perangkat peretas Pegasus yang selama ini dituduh memungkinkan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia.
NSO sebelumnya memperingatkan bahwa putusan pengadilan tersebut dapat membuat perusahaannya gulung tikar. Namun, perintah permanen yang melarang NSO menargetkan WhatsApp tetap dinilai menjadi tantangan besar bagi perusahaan tersebut. Sementara Meta terus berupaya memperbaiki sistem deteksi penyalahgunaan mereka dan menghadapi ancaman keamanan dari berbagai pihak, pengguna juga diimbau untuk selalu waspada terhadap ancaman keamanan siber dan hanya menggunakan aplikasi WhatsApp resmi yang diunduh dari toko aplikasi terpercaya.
Sumber
- WhatsApp says it is is fixing an issue that disabled several accounts – TechCrunch
- Kenapa Banyak Akun WhatsApp Tiba-tiba Diblokir? Ini Kata Meta – CNN Indonesia
- WhatsApp Akui Salah Blokir Akun, Akses Pengguna Mulai Dipulihkan – detikInet
- WhatsApp Tuding Perusahaan Israel Coba Bobol Akun Pengguna – CNN Indonesia
