Ford Rilis Truk Listrik Fathom Harga $28.350
Ford resmi mengumumkan truk listrik terbarunya bernama Fathom dengan harga mulai $28.350 (sekitar Rp 463 juta) — sebuah langkah berani yang menempatkan produsen otomotif asal Amerika Serikat ini dalam persaingan ketat di segmen kendaraan listrik terjangkau. Dengan harga tersebut, ditambah biaya pengiriman sebesar $1.595, total harga Fathom mencapai $29.945, tepat di bawah target $30.000 yang telah dibidik Ford sejak tahun lalu. Truk berukuran menengah ini menjadi kendaraan pertama yang dibangun menggunakan Universal EV Platform (UEV), platform baru yang dirancang untuk memangkas biaya produksi secara signifikan.
Strategi Produksi Inovatif di Balik Harga Terjangkau
Kunci dari harga kompetitif Fathom terletak pada pendekatan manufaktur yang benar-benar berbeda dari metode konvensional. Di pabrik Louisville Assembly Plant, Kentucky, Ford menerapkan sistem jalur perakitan paralel yang memungkinkan bagian depan, tengah, dan belakang kendaraan dirakit secara bersamaan sebelum disatukan di tahap akhir. Metode ini tidak hanya mempercepat proses produksi, tetapi juga memangkas biaya komponen dan tenaga kerja secara drastis — strategi yang mengingatkan pada pendekatan penjual furnitur besar: volume, volume, volume.
Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya CEO Jim Farley untuk mengejar ketertinggalan Ford dari Tesla dan menangkal ancaman produsen kendaraan listrik China yang semakin agresif. Menariknya, proyek rahasia yang dipimpin oleh Alan Clarke ini melibatkan para ahli yang ditarik dari pesaing langsung seperti Tesla, Rivian, bahkan Apple — sebuah tim impian yang dibentuk khusus untuk menciptakan “Model T moment” di era kendaraan listrik.
Fitur Lengkap Tanpa Kompromi, Berbeda dari Pesaing
Berbeda dengan pendekatan minimalis yang diambil pesaing seperti Slate Truck (yang dijual mulai $24.950 tanpa fitur dasar seperti jendela elektrik atau layar sentuh), Fathom hadir sebagai kendaraan berfitur lengkap. Setiap unit dilengkapi layar sentuh beresolusi tinggi dengan Apple Maps terintegrasi, dukungan penuh untuk Android Auto dan Apple CarPlay, serta kabin lima kursi dengan volume interior yang bahkan melampaui Toyota RAV4. Tak hanya itu, truk ini juga menyediakan bak terbuka di belakang dan frunk (bagasi depan) untuk fleksibilitas penyimpanan maksimal.
Salah satu keunggulan teknis Fathom adalah penggunaan baterai lithium iron phosphate (LFP) yang mendukung sistem daya dua arah (bidirectional power). Fitur ini memungkinkan pemilik menggunakan truk mereka untuk mengisi daya peralatan kerja, bahkan seluruh rumah dalam situasi darurat — sebuah fungsi yang sebelumnya hanya tersedia di model premium seperti F-150 Lightning. Sementara itu, jangkauan baterai standar belum diungkapkan Ford, namun perusahaan menjanjikan informasi lebih detail menjelang pembukaan pra-pemesanan.
BlueCruise dan Masa Depan Kemudi Otonom
Ford memasang sensor BlueCruise di setiap unit Fathom sejak awal, meski untuk mengaktifkan sistem kemudi lepas tangan ini pengguna perlu membayar tambahan — saat ini sekitar $2.495 untuk pembelian satu kali atau $495 per tahun. Lebih ambisius lagi, Ford menargetkan teknologi ini akan berkembang menjadi sistem “eyes-off driving” (kemudi tanpa perlu memperhatikan jalan) pada tahun 2028, memungkinkan kendaraan mengemudi secara tersupervisi dari titik awal hingga tujuan.
Taruhan Besar di Tengah Perlambatan Pasar Truk Listrik
Peluncuran Fathom merupakan taruhan signifikan bagi Ford, yang harus mengakui kegagalan F-150 Lightning dalam meraih target penjualan — model tersebut hanya terjual sedikit lebih dari 10.000 unit di kuartal terbaiknya, menyebabkan kerugian miliaran dolar. Bahkan Tesla Cybertruck, yang sempat mencatatkan penjualan tinggi, kini mengalami penurunan drastis. Namun Ford tetap memilih format truk untuk kendaraan UEV pertamanya, bertaruh bahwa kombinasi harga terjangkau dan fitur lengkap akan menarik segmen pelanggan yang berbeda dari pembeli truk tradisional — mereka yang lebih mengutamakan adaptabilitas dibanding sekadar spesifikasi mentah.
Ford berencana membuka pra-pemesanan pada awal 2027 dengan pengiriman unit pertama dijadwalkan pada musim gugur tahun yang sama. Dengan hanya menjual Mustang Mach-E dan E-Transit sebagai pilihan kendaraan listrik saat ini, Fathom menjadi kunci strategi elektrifikasi Ford untuk bersaing tidak hanya melawan Rivian dan Tesla di pasar domestik, tetapi juga membuktikan bahwa produsen Amerika masih bisa menciptakan kendaraan listrik terjangkau tanpa mengorbankan kualitas dan fitur — sebuah tantangan yang akan menentukan masa depan Ford di era elektrifikasi global.
Sumber
- Ford’s first ultra-cheap EV is called Fathom, a full-featured truck for $28,350 – The Verge
- Ford picks “Fathom” for its affordable truck name, starts at $28,350 – Ars Technica
- Ford’s new electric truck, ‘Fathom,’ starts at $28,350 – TechCrunch
- The $28,350 Fathom is Ford’s first midsize electric truck – Engadget
