Spesifikasi dan Fitur Samsung Galaxy Z Fold 8 Series
Samsung menghadirkan pendekatan baru pada lini ponsel lipat terbarunya dengan membagi Galaxy Z Fold 8 menjadi dua varian: model standar dan Ultra. Langkah ini menandai pertama kalinya Samsung menerapkan strategi diferensiasi seperti lini Galaxy S pada seri ponsel lipatnya, dengan masing-masing model menargetkan kebutuhan pengguna yang berbeda.
Desain Lebih Ringan dengan Teknologi Flex Titanium
Model standar Galaxy Z Fold 8 hadir dengan bobot 201 gram, menjadikannya ponsel lipat paling ringan dalam jajaran Galaxy Z Series tahun ini. Menurut Yadi Prayitno, Head of Mobile Experience Business Samsung Electronics Indonesia, pengurangan bobot ini bukan sekadar angka, melainkan upaya menciptakan pengalaman genggam yang lebih natural saat digunakan dengan satu tangan maupun dibawa dalam aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, Galaxy Z Fold 8 Ultra mempertahankan bobot 215 gram—sama dengan pendahulunya, Galaxy Z Fold 7—namun berhasil mencatatkan ketebalan 4,1 milimeter saat terbuka, lebih tipis 0,1 milimeter dibanding generasi sebelumnya. Pencapaian ini dimungkinkan oleh teknologi Flex Titanium, inovasi material penyangga yang memadukan lapisan titanium-alloy sangat tipis dengan titanium plate presisi tinggi.
Sunghoon Moon, Executive Vice President Samsung Electronics, menjelaskan bahwa Flex Titanium mampu mengurangi ketebalan modul layar hingga 10 persen sekaligus membuat tampilan lipatan (crease) semakin samar. Ruang internal yang tercipta dari efisiensi struktur ini kemudian dimanfaatkan untuk menyematkan baterai berkapasitas lebih besar dan sistem pendingin yang lebih optimal.
Kombinasi Rasio Layar untuk Berbagai Kebutuhan
Samsung mengklaim Galaxy Z Fold 8 menjadi satu-satunya ponsel lipat yang menggabungkan rasio layar Cover Screen 10:16 dan Main Screen 4:3. Pada model standar, layar luar berukuran 5,5 inci dengan rasio 10:16 dirancang agar konten media sosial dan aplikasi sehari-hari tampil lebih proporsional saat perangkat dalam kondisi terlipat. Ketika dibuka, layar utama 7,6 inci dengan rasio 4:3 memberikan ruang kerja lebih luas untuk multitasking, membaca dokumen, atau menonton video dalam orientasi lanskap.
Model Ultra menggunakan panel Dynamic AMOLED 2X berukuran 8 inci dengan resolusi 2.256 x 2.504 piksel, sedikit lebih tinggi dari resolusi 1.968 x 2.184 piksel pada Galaxy Z Fold 7. Kedua varian sama-sama dilengkapi tingkat kecerahan maksimum 3.000 nits—naik dari 2.600 nits pada generasi sebelumnya—serta lapisan anti-reflektif yang membantu mengurangi pantulan cahaya saat perangkat digunakan di luar ruangan pada siang hari.
Khusus untuk model Ultra, Samsung memperkenalkan Armor FlexHinge generasi terbaru yang membuat proses membuka perangkat terasa lebih ringan. Penyempurnaan engsel ini, dikombinasikan dengan tepi yang lebih runcing (tapered edges), menjadi bagian dari upaya Samsung membuat ponsel lipat semakin praktis digunakan dalam berbagai skenario.
Performa Flagship dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Semua model Galaxy Z Fold 8 Series ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, dengan varian Ultra dilengkapi RAM 16GB dan opsi penyimpanan hingga 1TB. Kombinasi ini memungkinkan perangkat menjalankan multitasking berat dan fitur Galaxy AI dengan lancar, termasuk kemampuan merangkum catatan rapat, menerjemahkan percakapan secara real-time, atau mengelola beberapa aplikasi sekaligus dalam mode split-screen.
Di sektor daya, Samsung mengadopsi teknologi baterai anoda silikon-karbon yang meningkatkan densitas energi secara signifikan. Model standar dibekali baterai 4.800mAh, sementara model Ultra membawa kapasitas 5.000mAh. Sistem Dual-Path Charging 45W pada model Ultra diklaim mampu mengisi daya hingga 67 persen dalam waktu 30 menit, meski kecepatan pengisian ini masih sama dengan Galaxy Z Fold 7.
Kamera Setara Galaxy S26 Ultra
Salah satu peningkatan paling signifikan pada Galaxy Z Fold 8 Ultra terletak di sektor kamera. Untuk pertama kalinya, Samsung menghadirkan konfigurasi kamera belakang yang setara dengan lini Galaxy S Ultra pada ponsel lipatnya. Model Ultra dibekali kamera utama 200 MP dengan aperture f/1.7, kamera ultrawide 50 MP, dan kamera telefoto 10 MP dengan zoom optis 3x.
“Setup kameranya sama dengan apa yang dimiliki Galaxy S26 Ultra. Berarti dari segi aspek kamera, pengalaman Ultra itu sudah kami bawa ke Fold,” ungkap Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia. Meski demikian, aperture kamera utama Galaxy Z Fold 8 Ultra masih berada di f/1.7—sama dengan Galaxy S25 Ultra—sementara Galaxy S26 Ultra sudah menggunakan aperture lebih lebar di f/1.4 yang memberikan performa lebih baik dalam kondisi minim cahaya.
Untuk semua varian Galaxy Z Fold 8, Samsung meningkatkan resolusi kamera ultrawide dari 12 MP menjadi 50 MP. Peningkatan ini dilengkapi fitur My FanCam, teknologi pelacakan subjek otomatis yang dirancang khusus untuk merekam video konser atau acara olahraga dengan tetap menjaga subjek utama berada di tengah bingkai.
Meski membawa berbagai penyempurnaan, Galaxy Z Fold 8 Series tidak mengubah karakter dasar ponsel lipat Samsung. Desain yang lebih ramping, layar lebih terang, dan kamera yang ditingkatkan menjadikan perangkat ini lebih cocok bagi pengguna yang mengandalkan smartphone sebagai perangkat kerja sekaligus hiburan. Bagi pengguna Galaxy Z Fold 7 yang sering melakukan multitasking berat, peningkatan performa Galaxy AI dan layar yang lebih luas bisa menjadi alasan kuat untuk mempertimbangkan upgrade, meskipun beberapa aspek seperti kapasitas baterai dan kecepatan pengisian daya masih sama dengan generasi sebelumnya.
Sumber
- Rasio Layar Samsung Galaxy Z Fold8 Optimal untuk Media Sosial hingga Film – detikInet
- Cara Samsung Rombak Galaxy Z Fold8 Agar Lebih Tipis dan Tangguh – detikInet
- Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra vs Galaxy Z Fold7, Apakah Layak Upgrade? – Kompas Tekno
- Galaxy Z Fold 8 Andalkan Kombinasi Layar 10:16 dan 4:3, Samsung Klaim Pertama – Kompas Tekno
- Kamera Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra “Naik Kelas”, Kini Setara Galaxy S26 Ultra – Kompas Tekno
- Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra review: Nice upgrades, but not quite ultra – Engadget
