Phil Schiller Mundur dari App Store Saat Tim Cook Lepas Jabatan CEO Apple

Phil Schiller Mundur dari App Store Saat Tim Cook Lepas Jabatan CEO Apple

Apple tengah mengalami pergantian kepemimpinan besar-besaran yang menandai berakhirnya sebuah era. Phil Schiller, salah satu eksekutif paling berpengaruh dalam sejarah perusahaan teknologi raksasa itu, resmi melepas jabatannya sebagai kepala App Store dan penanggungjawab acara peluncuran produk Apple. Keputusan ini diambil bersamaan dengan hari terakhir Tim Cook menjabat sebagai CEO pada 31 Agustus 2026, sebelum John Ternus mengambil alih posisi puncak tersebut pada 1 September 2026.

Meski mundur dari dua peran strategis tersebut, Schiller tidak sepenuhnya meninggalkan Apple. Eksekutif berusia 66 tahun ini akan mempertahankan gelar bergengsi Apple Fellow—sebuah jabatan khusus yang diberikan kepada individu dengan kontribusi teknis atau kepemimpinan luar biasa—dan akan fokus pada sejumlah proyek rahasia yang belum diungkap secara detail. Menurut sumber internal yang dikutip Bloomberg, langkah ini diyakini menjadi fase transisi menjelang pensiun bagi Schiller yang telah mengabdi di Apple sejak 1987, dengan hanya empat tahun jeda selama periode tersebut.

Restrukturisasi Divisi App Store di Bawah Kepemimpinan Baru

Kepergian Schiller memicu perombakan struktur organisasi di Apple. Divisi App Store, yang sebelumnya berada di bawah departemen marketing, kini dipindahkan ke grup layanan (services) yang dipimpin Eddy Cue. Cue sendiri pernah mengelola App Store hingga 2015 sebelum Schiller mengambil alih, sehingga perpindahan ini bisa dilihat sebagai kembalinya kendali ke tangan lama yang sudah paham betul seluk-beluk platform tersebut.

Operasional sehari-hari App Store akan ditangani Carson Oliver, yang telah bekerja di divisi ini selama lebih dari 14 tahun. Di bawah Oliver, Ann Thai akan bertanggung jawab atas alat distribusi aplikasi dan marketplace pihak ketiga, sementara Alex Rofman yang memimpin Apple Arcade juga kini melapor kepada Oliver. Perubahan ini terjadi di tengah tantangan besar yang dihadapi App Store, terutama terkait tekanan regulasi dari berbagai negara dan gugatan hukum seperti kasus dengan Epic Games pada 2020 yang memaksa Apple mengubah kebijakan ketat terkait distribusi aplikasi dan sistem pembayaran.

Nola Weinstein Pimpin Acara Peluncuran Produk Apple

Sementara itu, tanggung jawab menyelenggarakan acara peluncuran produk—yang selama ini menjadi panggung ikonik bagi Apple untuk memperkenalkan iPhone, iPad, dan produk lainnya—beralih ke tangan Nola Weinstein. Sebelumnya, Weinstein menjabat sebagai wakil Schiller dalam urusan acara. Ia kini akan melapor kepada Kristin Huguet Quayle, Vice President of Communications and Public Relations Apple.

Ujian pertama Weinstein akan datang lebih cepat dari yang dibayangkan. Pada 9 September 2026, Apple dijadwalkan menggelar acara besar yang diperkirakan akan menampilkan iPhone 18 Pro, varian baru Apple Watch, dan kemungkinan debut iPhone lipat pertama perusahaan. Acara ini akan menjadi panggung besar pertama di bawah kepemimpinan CEO baru John Ternus, sekaligus menguji kemampuan Weinstein dalam mengelola momentum peluncuran produk yang selalu dinanti-nanti publik global.

Eksodus Eksekutif Senior di Era Transisi Kepemimpinan

Kepergian Schiller memperpanjang daftar eksodus eksekutif senior Apple yang dimulai sejak awal 2025. Luca Maestri, mantan Chief Financial Officer, meninggalkan jabatannya pada Januari 2025. Tak lama setelahnya, Chief Operating Officer Jeff Williams pensiun setelah 27 tahun mengabdi di perusahaan. Daftar ini juga termasuk John Giannandrea (kepala AI), Alan Dye (kepala desain), Lisa Jackson (VP bidang lingkungan dan kebijakan), serta Kate Adams (general counsel) yang posisinya akan diisi oleh Jennifer Newstead, mantan chief legal officer Meta. Jennifer Bailey, kepala Apple Pay selama lebih dari 20 tahun, juga dijadwalkan pensiun pada Oktober mendatang.

Perubahan masif ini menciptakan tantangan besar bagi Ternus sebagai CEO baru. Ia tidak hanya harus memastikan kontinuitas operasional perusahaan bernilai triliunan dolar ini, tetapi juga membangun kembali jajaran kepemimpinan dengan generasi baru yang mampu membawa visi Apple ke masa depan. App Store sendiri menjadi salah satu pilar bisnis krusial dengan pendapatan diperkirakan lebih dari USD 30 miliar per tahun dan memfasilitasi transaksi senilai USD 1,4 triliun pada tahun lalu.

Mundurnya Schiller dan Cook pada waktu yang hampir bersamaan menandai berakhirnya era kepemimpinan yang membawa Apple dari ambang kebangkrutan di akhir 1990-an menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia. Schiller, yang turut meluncurkan produk ikonik seperti iPhone, iPad, iPod, dan Mac bersama Steve Jobs, meninggalkan warisan besar dalam industri teknologi. Meski keduanya tetap berada di Apple dalam kapasitas berbeda—Cook sebagai Executive Chairman dan Schiller sebagai Apple Fellow—kendali operasional perusahaan kini telah berpindah ke generasi berikutnya, menandai awal babak baru dalam perjalanan panjang Apple.

Sumber

Similar Posts