Pengiriman PC Global Turun Akibat Krisis RAM, Apple Tetap Tumbuh
Industri PC global menghadapi penurunan pertama kalinya dalam dua tahun terakhir, dengan pengiriman pada kuartal kedua 2026 tercatat turun 4,9 persen menjadi 68,2 juta unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini mengakhiri tren pertumbuhan yang berlangsung selama sembilan kuartal berturut-turut, dengan krisis pasokan chip memori atau RAM menjadi biang keladi utama di balik kemerosotan tersebut.
Menariknya, di tengah lesunya pasar yang melanda hampir seluruh produsen PC, Apple justru mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 10,1 persen. Perusahaan asal Cupertino ini berhasil mengirimkan 6,7 juta unit Mac pada periode April-Juni 2026, naik dari 6,1 juta unit di kuartal yang sama tahun sebelumnya, dan menjadi satu-satunya pemain besar yang membukukan pertumbuhan dua digit.
Krisis RAM Picu Kelangkaan Komponen PC
Menurut laporan International Data Corporation (IDC), penurunan pengiriman PC global dipicu oleh krisis pasokan chip memori yang kian parah sejak akhir 2025. Kelangkaan ini bermula ketika produsen memori mengalihkan fokus produksi mereka ke chip-chip canggih untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI), yang dinilai lebih menguntungkan ketimbang komponen PC konvensional.
Pergeseran prioritas produksi ini menciptakan efek domino: produsen PC kesulitan mendapatkan pasokan RAM yang memadai, sehingga pengiriman perangkat ke pasar pun ikut terhambat. IDC memperkirakan krisis memori ini baru akan mereda pada awal 2028, yang berarti industri PC masih harus menghadapi tantangan pasokan setidaknya selama satu setengah tahun ke depan.
Paradoks Pasar: Unit Turun, Pendapatan Justru Naik
Di balik penurunan volume pengiriman, IDC menemukan fenomena yang cukup menarik dalam dinamika pasar PC global. Meski jumlah unit yang terjual menurun, pendapatan para vendor justru mengalami kenaikan karena mereka menaikkan harga perangkat lebih cepat dibandingkan laju penurunan permintaan konsumen.
“Kisah sebenarnya di sini adalah kesenjangan antara unit dan dolar: pengiriman menurun tapi pendapatan meningkat,” ungkap peneliti IDC Jitesh Ubrani. Ia menambahkan bahwa para produsen tengah bersiap menghadapi kenaikan harga lebih lanjut hingga tahun 2027, yang dikhawatirkan dapat memperlambat siklus pembaruan PC di kalangan konsumen maupun perusahaan.
Apple Raih Keuntungan Berkat MacBook Neo dan Daya Tawar Tinggi
Pertumbuhan Apple yang mencapai 10,1 persen pada kuartal ini sebagian besar didorong oleh peluncuran MacBook Neo pada Maret 2026. Laptop entry-level baru ini mendapat sambutan positif dari pasar dan membantu Apple meningkatkan pangsa pasarnya dari 8,5 persen menjadi 9,9 persen, menjadikannya vendor PC terbesar keempat di dunia.
Namun demikian, Apple tidak sepenuhnya kebal terhadap dampak krisis RAM. Perusahaan ini turut menaikkan harga MacBook Neo dari 600 dolar AS menjadi 700 dolar AS, sementara produk-produk premium mengalami kenaikan harga yang lebih besar lagi. Meski begitu, menurut Vice President Consumer Devices IDC Jean Philippe Bouchard, Apple masih berada dalam posisi yang lebih menguntungkan dibandingkan pesaing-pesaingnya.
Keunggulan Apple terletak pada skala bisnisnya yang besar dan hubungan jangka panjang dengan pemasok chip memori. Dengan kebutuhan komponen yang jauh lebih masif untuk berbagai lini produk seperti iPhone, iPad, dan Mac, Apple memiliki daya tawar yang lebih tinggi untuk mengamankan pasokan dibandingkan produsen PC yang lebih kecil. “Seiring memburuknya kondisi pasar, kemampuan mengelola rantai pasok menjadi semakin penting,” kata Bouchard, menambahkan bahwa vendor terbesar berada dalam posisi terbaik untuk merebut pangsa pasar dari pesaing yang lebih kecil.
Sementara itu, lanskap pasar PC global menunjukkan dinamika yang beragam di antara lima vendor teratas. Lenovo masih mempertahankan posisi puncak dengan pengiriman 16,6 juta unit, meski mencatat penurunan 2,1 persen. HP dan Dell menyusul di posisi kedua dan ketiga dengan pengiriman masing-masing 13 juta unit dan 9,3 juta unit, keduanya mengalami penurunan yang lebih tajam dengan angka minus 9 persen dan minus 5 persen. Di posisi kelima, Asus menjadi satu-satunya vendor selain Apple yang tidak mengalami penurunan signifikan, dengan pertumbuhan tipis 0,2 persen menjadi 5 juta unit.
Ke depannya, IDC memperkirakan pertumbuhan pasar PC akan terus melambat pada paruh kedua 2026. Strategi menimbun stok komponen yang sebelumnya bisa dilakukan vendor kini sulit diterapkan karena harga komponen sudah melambung tinggi. Kondisi ini, ditambah dengan prediksi berlanjutnya krisis memori hingga 2028, mengindikasikan bahwa industri PC masih harus menavigasi periode turbulensi yang cukup panjang sebelum kembali ke jalur pertumbuhan stabil.
Sumber
- Pengapalan PC Turun Pertama Kalinya dalam 2 Tahun Gegara Krisis RAM – detikInet
- IDC: Pasar PC Global Turun, Krisis Memori Jadi Biang Keroknya – Kompas Tekno
- Pasar PC Global Merosot, Cuma Apple yang Selamat – Kompas Tekno
- 5 Besar Merek PC Dunia Versi IDC, Apple Melesat, Lenovo Tetap Teratas – Kompas Tekno
- Penjualan PC Dunia Turun, Apple Malah Tumbuh Pesat Berkat MacBook Ini – Kompas Tekno
