Krisis Chip Memori Global Picu Kelangkaan MacBook Air
Konsumen yang berencana membeli MacBook Air dalam waktu dekat mungkin harus bersabar lebih lama. Stok laptop populer Apple ini dilaporkan menipis drastis di berbagai toko online dan offline, bukan karena tingginya permintaan, melainkan akibat krisis chip memori global yang kini dikenal dengan istilah “Ramageddon”. Fenomena ini dipicu oleh melonjaknya kebutuhan chip memori dari perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan yang terus berlomba membangun pusat data berkapasitas besar.
Waktu Tunggu Pengiriman Mundur Hingga September
Menurut laporan jurnalis Bloomberg Mark Gurman, kelangkaan chip memori yang sebelumnya telah memengaruhi produksi Mac Mini dan Mac Studio kini mulai menghantam MacBook Air — salah satu lini laptop terlaris Apple. Sumber anonim yang dikutip Gurman mengungkapkan bahwa pasokan MacBook Air saat ini jauh lebih terbatas dibandingkan periode-periode sebelumnya, dengan estimasi pengiriman yang mundur hingga paruh kedua Agustus 2026.
Bahkan untuk beberapa konfigurasi tertentu, pembeli harus menunggu hingga awal September untuk menerima perangkat mereka. Kondisi ini merupakan anomali bagi Apple, perusahaan yang biasanya mampu menjaga ketersediaan produk unggulannya dengan baik.
Apple Dorong Penjualan MacBook Pro sebagai Alternatif
Dampak kelangkaan ini juga terlihat jelas dalam strategi pemasaran Apple. Untuk pertama kalinya dalam promosi back-to-school yang biasanya diluncurkan sejak Juni, perusahaan mencantumkan peringatan “MacBook Air subject to availability” — yang berarti perangkat tersebut hanya tersedia selama stok masih ada. Lebih dari itu, Apple kini secara aktif mengarahkan konsumen menuju MacBook Pro 14 inci model dasar, sesuatu yang jarang atau bahkan belum pernah dilakukan sebelumnya.
Menurut Gurman, langkah ini memiliki tujuan ganda: selain mengatasi kelangkaan MacBook Air, Apple juga ingin menghabiskan stok MacBook Pro 14 inci generasi lama untuk mempersiapkan peluncuran lineup dengan prosesor M6 yang akan datang.
Kenaikan Harga dan Upaya Diversifikasi Pemasok
Krisis ini tak hanya berdampak pada ketersediaan, tetapi juga pada harga. Apple telah menaikkan harga MacBook Air dari 1.099 dollar AS menjadi 1.299 dollar AS, sementara produk-produk lain seperti iPhone, iPad, dan beberapa model Mac juga mengalami kenaikan harga hingga ratusan dollar AS dalam beberapa bulan terakhir.
Untuk mengurangi dampak krisis, Apple dilaporkan tengah mencari pemasok chip memori alternatif, termasuk memanfaatkan pemasok asal China khusus untuk perangkat yang dipasarkan di negara tersebut. Meski demikian, CEO Apple Tim Cook telah memperingatkan investor bahwa kendala pasokan ini berpotensi memengaruhi pendapatan kuartal mendatang.
Cook sendiri menggambarkan situasi ini sebagai “banjir yang terjadi sekali dalam ratusan tahun” bagi industri teknologi — sebuah krisis yang belum pernah ia temui selama lebih dari 40 tahun berkarier di bidang ini. Pernyataan tersebut mencerminkan betapa seriusnya tantangan yang dihadapi Apple dan industri teknologi secara keseluruhan dalam menghadapi gelombang kebutuhan chip memori yang dipicu oleh booming kecerdasan buatan.
