Pembaruan Google: Kustomisasi AI untuk Discover dan Fitur Sumber Favorit bagi Penerbit
Google baru saja meluncurkan serangkaian pembaruan yang dirancang untuk membantu penerbit media menghadapi tantangan penurunan lalu lintas web akibat maraknya fitur pencarian berbasis kecerdasan buatan. Langkah ini hadir bersamaan dengan upaya perusahaan raksasa teknologi tersebut untuk memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna dalam menyesuaikan konten yang mereka konsumsi di berbagai platformnya, mulai dari Google Search, Google Discover, hingga Google News.
Tombol “Preferred Sources” untuk Penerbit
Fitur paling menonjol dari pembaruan ini adalah kehadiran tombol interaktif “Preferred Sources” yang kini dapat disematkan langsung oleh penerbit pada situs web mereka. Saat pembaca mengklik tombol tersebut, situs akan secara otomatis ditambahkan sebagai sumber favorit di akun Google mereka, dan pembaca langsung diarahkan kembali ke halaman yang sedang mereka baca tanpa harus meninggalkan situs. Dengan menjadi sumber favorit, publikasi akan muncul lebih sering di hasil pencarian Google, termasuk dalam bagian Top Stories, AI Overviews, dan AI Mode.
Menurut Google, lebih dari 345.000 sumber unik telah dipilih oleh pengguna sejak fitur Preferred Sources pertama kali diperkenalkan pada Mei lalu. Data internal perusahaan juga menunjukkan bahwa pengguna dua kali lebih mungkin mengklik tautan dari sumber yang telah mereka tandai sebagai favorit. Langkah ini tampaknya menjadi respons Google terhadap keluhan para penerbit yang mengalami penurunan pendapatan akibat dominasi fitur AI dalam hasil pencarian — sebuah isu yang bahkan menarik perhatian Otoritas Persaingan dan Pasar (CMA) Inggris. Pada Juni lalu, Google mengumumkan bahwa situs web dapat memilih untuk tidak muncul dalam hasil pencarian yang dihasilkan AI, sebagai bentuk tanggapan atas tekanan dari regulator tersebut.
Kustomisasi Feed Discover dengan Bahasa Natural
Selain membantu penerbit, Google juga menghadirkan pembaruan signifikan pada umpan Discover yang memungkinkan pengguna menyesuaikan konten menggunakan perintah bahasa alami. Fitur ini memanfaatkan chatbot Gemini yang dapat diakses dengan mengetuk ikon tiga titik pada umpan di aplikasi Google. Pengguna cukup mendeskripsikan topik yang ingin mereka lihat lebih sering atau lebih jarang, dan chatbot akan mengonfirmasi preferensi tersebut sebelum menyesuaikan umpan secara real-time.
Menariknya, sistem ini tidak hanya mengubah tampilan umpan untuk satu sesi, tetapi juga mengingat pilihan pengguna untuk kunjungan berikutnya. Pendekatan ini sejalan dengan tren yang berkembang di berbagai platform media sosial — seperti YouTube, Instagram, Bluesky, dan X — yang juga mulai mengintegrasikan AI untuk memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna atas algoritma rekomendasi mereka. Dengan demikian, Google berupaya menjadikan Discover sebagai platform yang lebih personal dan relevan sesuai dengan minat spesifik setiap individu.
Pengarahan Audio yang Lebih Personal di Google News
Pembaruan lainnya menyasar pengguna Android yang mengandalkan fitur pengarahan audio harian di aplikasi Google News. Kini, pengguna dapat mempersonalisasi pengarahan ini dengan memilih topik-topik spesifik yang paling relevan bagi mereka. Fitur ini juga dilengkapi dengan atribusi sumber yang jelas serta tautan langsung ke artikel lengkap, memudahkan pengguna yang ingin menggali informasi lebih dalam setelah mendengarkan ringkasan berita.
Seluruh pembaruan ini akan diluncurkan secara bertahap dalam beberapa hari ke depan. Fitur kustomisasi Discover akan tersedia pertama kali melalui aplikasi seluler Google, sementara tombol “Preferred Sources” sudah dapat mulai diimplementasikan oleh para pengelola situs web. Google mengingatkan bahwa pembaruan pada akun individu mungkin memerlukan waktu beberapa hari untuk muncul sepenuhnya, sehingga pengguna disarankan untuk bersabar.
Langkah Google ini menunjukkan upaya perusahaan untuk menyeimbangkan inovasi teknologi AI dengan kepentingan ekosistem media digital yang lebih luas. Di satu sisi, fitur AI seperti AI Overviews dan AI Mode memang menawarkan cara baru bagi pengguna untuk mengakses informasi dengan lebih cepat. Namun di sisi lain, penerbit media — yang selama ini sangat bergantung pada lalu lintas rujukan dari Google — membutuhkan mekanisme yang memastikan konten mereka tetap dapat menjangkau audiens. Apakah langkah ini cukup efektif untuk membantu penerbit, atau hanya sekadar upaya pencitraan di tengah tekanan regulator, masih harus dilihat dalam beberapa bulan ke depan.
