Meta bayar denda 18 miliar dolar selesai gugatan keamanan anak
Meta akhirnya mengakhiri persidangan federal yang mengancam eksistensi bisnisnya dengan kesepakatan bernilai fantastis. Raksasa media sosial itu setuju membayar hingga 17,1 miliar dolar AS kepada 47 negara bagian, distrik, dan teritori Amerika Serikat untuk menyelesaikan gugatan terkait keamanan anak dan pelanggaran privasi. Kesepakatan ini dicapai pada hari Rabu, bahkan sebelum seperempat dari sidang yang diperkirakan berlangsung 19 hari selesai — momen yang mengejutkan mengingat Meta selama ini memilih bertarung di pengadilan ketimbang berdamai.
Gugatan yang diajukan oleh 29 jaksa agung negara bagian menuduh Meta dengan sengaja merancang platform seperti Instagram dan Facebook untuk membuat anak-anak kecanduan, meski perusahaan mengetahui dampak buruknya terhadap pengguna muda. Negara bagian-negara bagian tersebut juga mengklaim Meta melanggar Undang-Undang Perlindungan Privasi Daring Anak-Anak (COPPA) dengan mengumpulkan data anak tanpa sepengetahuan orang tua. Meskipun Meta tidak mengakui kesalahan dengan menandatangani kesepakatan ini, langkah tersebut menunjukkan keengganan perusahaan melanjutkan persidangan dengan juri yang bisa menghasilkan denda triliunan dolar — perusahaan memperkirakan potensi denda bisa mencapai lebih dari 1 triliun dolar jika kalah.
Pembayaran Bertahap dan Strategi Kompetitif
Meta berjanji membayar sebagian besar denda dalam rentang waktu 10 tahun, dengan skema pembayaran yang tidak biasa. Dari total nilai kesepakatan 17,1 miliar dolar, sekitar 5,3 miliar dolar — atau 30 persen dari keseluruhan — hanya akan dibayarkan jika TikTok dan YouTube menerapkan aturan keamanan serupa, termasuk batas waktu harian satu jam, mode malam, dan standar verifikasi usia. Kedua platform pesaing itu juga harus bersedia membayar jumlah setara dengan angka 30 persen tersebut. Dalam pernyataannya, Kepala Pejabat Hukum Meta C.J. Mahoney menyebut pendekatan ini sebagai upaya menciptakan “solusi di seluruh industri” karena remaja berpindah-pindah antar puluhan aplikasi.
Menariknya, Meta menyatakan akan mencatat beban hukum sebesar 10 miliar dolar pada kuartal ketiga tahun ini, yang akan berdampak signifikan pada laporan keuangannya. Kesepakatan ini dinilai oleh Jaksa Agung California Rob Bonta sebagai langkah yang “akan membuat media sosial kurang berbahaya bagi anak-anak kita dan membuat perbedaan besar bagi anak-anak dan keluarga mereka.” Meta menegaskan bahwa “memastikan remaja memiliki pengalaman yang aman dan produktif di platform kami adalah keharusan mutlak,” dan mereka ingin “melakukannya dengan benar untuk orang tua dan remaja.”
Pembatasan Waktu dan Fitur Keamanan Baru
Berdasarkan kesepakatan yang masih menunggu persetujuan pengadilan, Meta akan menerapkan pembatasan waktu penggunaan aplikasi hingga dua jam per hari secara default untuk remaja, yang dihitung kumulatif di Facebook dan Instagram. Sistem akan memberikan peringatan kepada pengguna remaja setiap 15 menit penggunaan berkelanjutan untuk “mendorong penggunaan yang disengaja,” dengan notifikasi tambahan saat mereka mencapai 60 dan 90 menit yang mengingatkan mereka tentang penggunaan harian. Namun, batasan ini tidak berlaku untuk konten bentuk panjang — audio atau video minimal 22 menit — dan fitur pesan langsung, sehingga remaja masih bisa berkirim pesan tanpa batas waktu untuk “tetap terhubung dengan teman dan keluarga.”
Selain itu, aplikasi akan secara otomatis memblokir akses antara tengah malam hingga pukul 06.00 pagi melalui “Mode Malam”, sementara notifikasi akan dibisukan antara pukul 08.00 hingga 15.00 selama periode sekolah (15 Agustus hingga 15 Juni) melalui “Mode Sekolah” — kecuali orang tua menonaktifkan pembatasan tersebut. Meta juga akan menyembunyikan jumlah “suka” dan reaksi pada postingan, baik milik remaja sendiri maupun orang lain, serta menonaktifkan filter yang disebut perusahaan sebagai “filter makeup ekstrem” — melanjutkan pemblokiran filter operasi plastik yang sudah ada — untuk pengguna remaja guna mencegah perbandingan sosial yang tidak sehat.
Verifikasi Usia dan Kontrol Orang Tua
Meta berkomitmen mengembangkan standar verifikasi usia yang lebih ketat dengan tingkat akurasi tinggi. Sistem yang akan diuji secara independen ini harus memiliki tingkat positif palsu tidak lebih dari 10 persen untuk pengguna berusia 16-17 tahun, dan 3 persen untuk usia 13-15 tahun. Perusahaan juga berencana menggunakan “sinyal usia” dari sistem operasi Apple dan Google untuk memverifikasi umur pengguna. Jika pengguna mengklaim berusia di atas 18 tahun namun tidak menyelesaikan tes verifikasi dalam dua minggu, akun mereka akan dibatasi untuk mencegah aktor jahat dewasa menghubungi remaja — rekomendasi konten mereka akan mengikuti “Pengalaman yang Sesuai Usia.”
Kesepakatan tersebut juga mengharuskan Meta untuk mencoba menghubungkan akun yang dimiliki oleh satu pengguna untuk mencegah penghindaran aturan baru, dan menyediakan proses banding bagi pengguna. Meta juga berjanji untuk memperkuat investasinya dalam teknologi verifikasi usia untuk secara proaktif mengidentifikasi akun yang mungkin milik pengguna di bawah 13 tahun, atau akun yang mungkin milik remaja tetapi terdaftar dengan tanggal lahir dewasa.
Orang tua akan mendapatkan kontrol lebih besar terhadap cara remaja berinteraksi dengan platform. Mereka dapat mengatur tampilan default ke feed kronologis alih-alih algoritmik, dan menonaktifkan fitur putar otomatis. Yang lebih penting, remaja akan diberi opsi untuk menonaktifkan algoritma rekomendasi personal — artinya mereka tidak akan melihat konten berdasarkan sistem rekomendasi Meta, melainkan konten yang lebih netral. Meta juga berjanji untuk meningkatkan waktu respons terhadap laporan konten berbahaya dari remaja dan memperkuat pekerjaan untuk mencegah orang dewasa menemukan, mengikuti, dan berinteraksi dengan remaja.
Kesaksian Mosseri dan Data yang Disembunyikan
Sidang yang berlangsung singkat ini sempat mengungkap fakta mengejutkan tentang pengelolaan informasi internal Meta. Kepala Instagram Adam Mosseri memberikan kesaksian pada hari Selasa dan mengaku “baru mengetahui” bahwa pengacara perusahaan pernah memerintahkan karyawan Instagram untuk “membatasi” jenis data tertentu yang disajikan kepadanya terkait keselamatan remaja. Data yang disembunyikan tersebut berasal dari presentasi Juli 2023 yang menunjukkan bahwa remaja melihat konten terkait bunuh diri, melukai diri sendiri, dan gangguan makan dengan tingkat yang 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan pengguna dewasa. Presentasi tersebut juga menunjukkan bahwa konten yang dianggap “tidak dapat direkomendasikan” kepada remaja dilihat oleh remaja dengan tingkat 1,5 kali lebih tinggi daripada orang dewasa.
Mosseri menyatakan bahwa ia tidak pernah berpartisipasi dalam percakapan tentang membatasi aksesnya sendiri terhadap informasi. “Saya bukan ahli hukum, jadi saya tidak yakin apa alasannya untuk menghapus informasi dari presentasi sebelum sampai kepada saya, tetapi [saya] tidak mencoba mendorong tim saya untuk menyembunyikan apa pun,” katanya. Francesco Fogu, Direktor Desain Produk Instagram, juga bersaksi dan mengaku “terkejut” karena baru kali itu diminta “menyembunyikan data dari kepemimpinan.” Meskipun begitu, ia diizinkan menyampaikan data tersebut secara lisan kepada eksekutif Instagram, dan data tersebut masih tersedia bagi eksekutif karena dirinci dalam laporan yang ditautkan dalam presentasi. Dalam pemeriksaan silang, Fogu mengatakan presentasi tersebut berhasil karena menjadi “katalis” untuk pembuatan akun remaja Instagram.
Implikasi Industri dan Masa Depan
Kesepakatan ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan Meta terhadap kasus hukum terkait keamanan anak, setelah sebelumnya memilih berjuang di pengadilan dan merugi hampir 1 miliar dolar dalam persidangan di California dan New Mexico awal tahun ini. Dengan ancaman denda yang bisa mencapai lebih dari 1 triliun dolar jika kalah dalam persidangan federal, Meta akhirnya memilih jalur damai yang lebih pasti. Kesepakatan ini akan berlaku selama 10 tahun dan mengikat Meta untuk terus berinvestasi dalam teknologi verifikasi usia serta memperkuat pencegahan interaksi antara akun dewasa dan remaja. Meta juga sepakat untuk tidak membuat pernyataan palsu atau menyesatkan tentang efektivitas fitur keamanannya.
Namun, efektivitas langkah-langkah ini masih harus dibuktikan — terutama mengingat data adopsi fitur keamanan sebelumnya yang sangat rendah. Sementara itu, tekanan kini beralih ke TikTok dan YouTube untuk mengikuti jejak Meta, atau menghadapi konsekuensi finansial yang membuat perusahaan induk Meta menahan pembayaran miliaran dolar. Dalam lanskap media sosial yang semakin disorot publik terkait dampaknya pada kesehatan mental anak muda, kesepakatan ini bisa menjadi preseden penting bagi regulasi industri di masa depan.
Sumber
- Adam Mosseri says it’s ‘news to me’ that Instagram employees limited his exposure to teen safety data – Engadget
- Meta agrees to heavy restrictions on teen users in major lawsuit settlement – The Verge
- Meta settles for $18 billion in lawsuit brought by 29 states over social media harms to children – TechCrunch
- Meta Will Pay Up to $16.7 Billion to Settle Its Social Media Harms Case—and That’s Not All – Wired
