Meta Kena Denda Kasus Anak dan Skandal Iklan CSAM
Meta kembali tersandung masalah serius terkait keamanan anak di platform media sosialnya. Pengadilan New Mexico pada Kamis lalu menjatuhkan denda tambahan sebesar 567 juta dolar AS kepada perusahaan milik Mark Zuckerberg ini, menyusul temuan bahwa platformnya telah menjadi “gangguan publik” yang berkontribusi signifikan terhadap krisis kesehatan mental remaja di negara bagian tersebut. Denda ini ditambahkan di atas hukuman 375 juta dolar yang telah dijatuhkan pada Maret lalu, sehingga total penalti yang harus dibayar Meta mencapai hampir 942 juta dolar.
Putusan Pengadilan dan Perubahan Wajib pada Platform Meta
Hakim Bryan Biedscheid dalam putusannya menyamakan platform Meta dengan pabrik yang mengeluarkan polusi — hanya saja polusi yang dihasilkan berupa dampak psikologis dan eksploitasi seksual terhadap anak-anak. Menurut hakim, dampak berbahaya dari Facebook dan Instagram tidak hanya terbatas di dunia maya, melainkan “bermigrasi ke internet secara keseluruhan dan, yang paling mengkhawatirkan, ke dunia nyata.” Dana denda sebesar 567 juta dolar ini akan dialokasikan untuk program-program penanggulangan krisis kesehatan mental remaja, termasuk pelatihan keamanan internet untuk guru, konselor sekolah, psikolog, dan tenaga kesehatan profesional di New Mexico.
Tak hanya soal denda, pengadilan juga mewajibkan Meta melakukan sejumlah perubahan mendasar pada cara kerja Facebook dan Instagram di New Mexico. Akun pengguna di bawah 18 tahun wajib diatur privat secara bawaan, dan jumlah “Like” pada konten mereka harus disembunyikan kecuali mendapat persetujuan orang tua atau wali. Lebih lanjut, notifikasi push ke pengguna di bawah umur harus dinonaktifkan antara pukul 10 malam hingga 7 pagi, sementara waktu penggunaan harian dibatasi maksimal 90 jam per bulan — setara sekitar tiga jam per hari. Orang dewasa yang tidak memiliki koneksi dengan pengguna di bawah umur juga dilarang mengirim pesan kepada mereka. Menariknya, WhatsApp tidak termasuk dalam daftar platform yang harus menjalani perubahan ini karena pengadilan menilai aplikasi perpesanan tersebut tidak berkontribusi terhadap gangguan publik yang dimaksud.
Skandal Iklan Bermuatan CSAM yang Lolos Moderasi Otomatis
Sementara itu, temuan baru yang dilaporkan oleh peneliti dari Tech Transparency Project (TTP) semakin memperburuk citra Meta. Lebih dari 50 iklan berbayar yang mengandung gambar eksploitasi seksual anak hasil generasi AI (CSAM) ditemukan berjalan di platform Meta antara November 2025 hingga awal Agustus 2026. Iklan-iklan ini, yang tersebar di Facebook, Instagram, Messenger, dan Threads, tidak berusaha menyamarkan kontennya dan bahkan secara terang-terangan mempromosikan aplikasi “nudify” atau pelepas pakaian digital. Salah satu iklan video menggunakan thumbnail gambar anak dengan teks yang berbunyi: “Realizing Deep Fantasies with Generation AI. There is so much more than what is shown, use your imagination.”
Direktur TTP, Katie Paul, menekankan bahwa ini bukan sekadar konten yang diunggah pihak ketiga, melainkan iklan yang telah “ditinjau, disetujui, dan diizinkan tayang oleh Meta, tanpa pernah mengalami gangguan sementara perusahaan mengumpulkan uang dari iklan tersebut.” Berdasarkan data dari perpustakaan iklan Meta sendiri, sebagian besar iklan ini hanya menjangkau segelintir akun, namun setidaknya satu iklan tercatat menjangkau 2.563 akun di Eropa — termasuk Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Belanda, Spanyol, Swedia, dan Inggris. Iklan-iklan tersebut lolos dari sistem moderasi otomatis Meta, yang seharusnya mendeteksi dan memblokir konten yang melanggar kebijakan perusahaan tentang eksploitasi seksual anak sebelum tayang.
Respons Meta dan Komitmen Perbaikan Sistem
Meta, melalui juru bicaranya Andy Stone, menyatakan tidak setuju dengan putusan pengadilan dan berencana mengajukan banding. “Kami bekerja keras untuk menjaga keamanan orang-orang di platform kami dan telah transparan tentang tantangan dalam mengidentifikasi dan menghapus pelaku jahat serta konten berbahaya,” kata Stone dalam pernyataannya. “Kami tetap yakin dengan rekam jejak kami dalam melindungi remaja secara online dan akan terus membela diri terhadap klaim yang salah merepresentasikan fakta.”
Menanggapi skandal iklan CSAM, Meta mengklaim bahwa mayoritas iklan tersebut memiliki jangkauan minimal dan banyak yang telah dinonaktifkan sebelum dilaporkan. Perusahaan juga menyebut telah meluncurkan teknologi AI baru yang dirancang untuk lebih baik mendeteksi dan memblokir iklan yang melanggar kebijakan saat diunggah. Meta menekankan komitmennya dengan menunjuk pencapaian tahun lalu, di mana mereka menghapus lebih dari 36 juta konten eksploitasi seksual anak dan mengambil tindakan hukum terhadap pengembang aplikasi nudify.
Kasus New Mexico ini hanyalah salah satu dari berbagai gugatan serupa yang dihadapi Meta di Amerika Serikat. Pada Maret lalu, pengadilan di Los Angeles juga memutuskan melawan perusahaan ini atas tuduhan menciptakan pola adiktif pada platform mereka. Saat ini, 33 negara bagian telah mengajukan gugatan bersama yang dikonsolidasikan di pengadilan federal Oakland, California, sementara beberapa negara bagian lain seperti Tennessee mengajukan kasus mereka sendiri. Putusan New Mexico mengirimkan sinyal kuat bahwa perusahaan teknologi besar tidak lagi bisa mengabaikan dampak riil platform mereka terhadap keselamatan anak-anak — dan bahwa mereka akan dimintai pertanggungjawaban baik secara finansial maupun operasional.
Sumber
- Meta Ran Ads That Contained AI-Generated Child Sexual Abuse Imagery – Wired
- Meta apps displayed ads that contained AI-generated CSAM – Engadget
- Court orders Meta to pay an additional $567 million in New Mexico child safety case – Engadget
- Meta ordered to pay an additional $567 million in public nuisance ruling – The Verge
- New Mexico court orders Meta to pay additional $567M in child safety case – TechCrunch
