Hakim Perintahkan Google Permudah Instalasi Toko Aplikasi Alternatif

Hakim Perintahkan Google Permudah Instalasi Toko Aplikasi Alternatif

Hakim federal Amerika Serikat, James Donato, memerintahkan Google untuk mempermudah proses instalasi toko aplikasi alternatif di platform Android dalam waktu satu minggu. Keputusan ini diambil setelah sidang pengadilan di San Francisco pada 13 Agustus 2026 mengungkap bahwa raksasa teknologi tersebut masih menciptakan hambatan yang dinilai bersifat antikompetitif, meskipun baru saja mulai mendistribusikan toko aplikasi pihak ketiga melalui Google Play Store pada minggu tersebut.

Pencarian Toko Aplikasi yang Tidak Relevan

Dalam persidangan yang membahas kelanjutan kasus monopoli Google tahun 2023, pengacara Epic Games, Yonatan Even, mendemonstrasikan langsung di hadapan hakim bagaimana sistem pencarian Play Store gagal menampilkan hasil yang tepat. Ketika Even memasukkan kata kunci “store for apps,” hasilnya justru memunculkan toko fisik seperti Walmart, bukan toko aplikasi pihak ketiga yang seharusnya menjadi prioritas. Melihat demonstrasi tersebut, Hakim Donato langsung bereaksi dengan heran, “Tunggu, kenapa Walmart yang muncul?” sambil menyatakan, “Itu tidak bagus.”

Hakim kemudian menegaskan dengan tegas, “Itu tidak bisa diterima, ini harus diperbaiki. Saya ingin setiap variasi frasa yang bahkan hanya 70 persen akurat tetap dikenali oleh sistem.” Google merespons dengan menyetujui perbaikan algoritma pencarian Play Store agar dapat mengenali berbagai variasi frasa pencarian dengan tingkat akurasi minimal 70 persen. Perubahan ini diharapkan dapat membuat toko aplikasi alternatif lebih mudah ditemukan oleh pengguna Android yang mencari opsi di luar ekosistem resmi Google.

Hambatan Instalasi dengan Tombol ‘View’

Selain masalah pencarian, hakim juga mempersoalkan keputusan Google mengganti tombol “Install” menjadi “View” pada halaman toko aplikasi Aptoide—satu-satunya toko aplikasi pihak ketiga yang saat ini tersedia di Play Store. Menurut Hakim Donato, langkah tambahan ini secara tidak perlu mempersulit pengguna yang ingin mengunduh toko aplikasi alternatif, sementara aplikasi lain seperti Apple Music tidak menghadapi hambatan serupa dan langsung menampilkan tombol “Install”. Hakim menilai bahwa proses ekstra ini membuat pengguna enggan untuk mengunduh toko aplikasi alternatif. “Buat tombol itu menjadi ‘Install’, bukan ‘View’,” tegas Donato, dan Google kembali menyetujui perubahan tersebut.

Tak hanya itu, Epic juga menunjukkan bahwa ketika pengguna mencari kata kunci terkait toko aplikasi, bahkan jika mencari langsung nama Aptoide, Google tidak menampilkan daftar aplikasi normal. Sebagai gantinya, sistem memunculkan spanduk khusus yang mengarahkan pengguna ke halaman terpisah untuk toko aplikasi pihak ketiga. Praktik ini dinilai menyembunyikan opsi alternatif dan membuat pengguna enggan untuk melanjutkan instalasi.

Even, pengacara Epic, berargumen bahwa masalah ini bukan hanya untuk toko aplikasi yang baru lahir, tetapi juga berpotensi menghalangi perusahaan besar dan mapan seperti Amazon untuk meluncurkan toko aplikasi mereka sendiri. Perusahaan-perusahaan tersebut akan kehilangan kemampuan untuk muncul dalam hasil pencarian normal, yang merupakan keunggulan penting dalam distribusi aplikasi. Hakim Donato memerintahkan Google untuk menghapus layar peringatan tambahan tersebut dan memperlakukan toko aplikasi pihak ketiga dengan cara yang sama seperti aplikasi lainnya dalam hasil pencarian.

Lanjutan Kasus Monopoli Google

Keputusan ini merupakan bagian dari upaya panjang untuk membongkar monopoli Google atas distribusi aplikasi Android. Hampir tiga tahun setelah juri memutuskan secara bulat bahwa Google memiliki monopoli ilegal atas ekosistem aplikasi Android pada 2023, dan hampir dua tahun sejak Hakim Donato memutuskan untuk membuka distribusi aplikasi Android dengan mewajibkan Google membawa toko aplikasi pesaing ke dalam Play Store, perjuangan hukum antara Epic Games dan Google tampaknya belum benar-benar usai.

Google pertama kali mengumumkan akan mendukung toko aplikasi pihak ketiga pada Maret 2026, sebagai salah satu hasil dari kesepakatan yang dicapai dengan Epic pada akhir 2025. Kesepakatan tersebut merupakan versi modifikasi dari solusi yang dirumuskan Donato pada 2024, yang sebagian besar berfokus pada pelonggaran kontrol Google atas Play Store sebagai respons terhadap temuan pengadilan bahwa perusahaan memiliki monopoli atas distribusi aplikasi. Namun, implementasi awal yang baru diluncurkan minggu ini dinilai belum cukup memenuhi semangat putusan pengadilan dan masih mengandung “hambatan antikompetitif” yang tidak perlu.

Dengan tenggat waktu satu minggu yang diberikan hakim, Google kini harus segera menerapkan serangkaian perubahan ini untuk memastikan bahwa toko aplikasi alternatif benar-benar mendapat perlakuan yang adil di platform Android. Langkah ini diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi kompetisi di pasar aplikasi mobile dan memberikan pilihan yang lebih luas bagi pengguna Android, sekaligus mengurangi hambatan yang selama ini diciptakan oleh dominasi Play Store.

Sumber

Similar Posts